Rabu, 27 November 2013

Ratusan Ribu Warga Banten Pakai Narkoba





TEMPO.COSerang--Sebanyak 172.091 warga Banten dinyatakan sebagai pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba). Mereka terdiri dari anak-anak usia 10 tahun hingga kakek-kakek usia 60 tahun, meski sebagian besar pecandu merupakan kaum remaja.
"Ini fenomena yang mengerikan, betapa bahaya narkoba tidak mengenal usia, saya rasa jumlahnya masih jauh lebih besar lagi, mengingat Banten merupakan pintu masuk dari segala penjuru, baik melalui jalur darat, laut maupun udara," kata Kepala BNN Banten Komisaris Besar Heru Pebruanto Selasa, 26 November 2013.
Menurutnya, pola penyebaran narkoba dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari dibawa langsung perorangan hingga melalui jasa pengiriman. "Kepadatan arus pelabuhan Merak Lampung juga menjadi pintu masuk utama masuknya barang-barang tersebut dari Pulau Sumatera ke Banten," ujarnya.
Anggota Komisi I DPRD BantenSiti Saidah Silalahi mengaku mendukung upaya apapun yang dilakukan BNN dalam rangka pemberantasan terhadap peredaran narkoba di Banten, baik melalui oprasi rutin bersama Kepolisian Daerah Banten dan DKI Jakarta maupun lainnya.
"Kita akan mengusulkan pembangunan panti rehabilitasi pecandu narkoba ditempat-tempat dimana angka pecandu narkoba cukup signifikan. Saat ini baru ada lima panti rehabilitasi, salah satunya yang terbaru ada di Kecamatan Pamarayan Kabupaten serang," katanya.
Ia juga mengaku mendukung pemberian hukuman berat kepada para pengedar narkoba, seperti hukuman seumur hidup atau hukuman mati. "Komisi satu juga mendukung langkah pencegahan, tidak melulu pada usaha pemberantasan. Pemprov Banten bisa mendukungnya melalui pemberian dana hibah kepada BNN maupun Polda Banten untuk meningkatkan upaya tersebut," katanya.
Ia juga berharap kepada anggota dewan untuk turut mengkampanyekan bahaya narkoba saat turun langsung ke masyarakat pada saat reses atau lainnya dan menggandeng Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) guna mengawasi siaran tentang narkoba. "BNN Banten sendiri baru mempunyai dua ribu duta anti narkoba di Kabupaten Serang dari target sebanyak sepuluh ribu. Mereka merupakan siswa dan siswi SLTA," katanya.

Denda Jalur Busway Capai Rp127 Juta





Jakarta (Antara) - Polda Metro Jaya mencatat jumlah bukti pelanggaran (tilang) yang melintasi jalur busway mencapai 254 kendaraan dengan nilai denda sekitar Rp127 juta pada Senin. 
"Jumlah tilang jalur busway sebanyak 254 kendaraan pada hari (Senin) ini," kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Hindarsono di Jakarta Senin. 
Hasil nilai denda tilang jalur busway 254 kendaraan dikalikan Rp500 ribu setiap kendaraan yang melanggar. 
Hindarsono menuturkan petugas juga menyita barang bukti 118 surat izin mengemudi (SIM) dan 136 surat tanda nomor kendaraan (STNK). 
Jenis kendaraan yang paling banyak melanggar, yakni 217 unit sepeda motor, 22 unit mobil pribadi, 14 unit angkutan umum dan satu unit kendaraan beban. 
Polda Metro Jaya juga mencatat jumlah pelanggar tertinggi, yaitu 262 kasus di Jakarta Barat, 19 kasus (Jakarta Pusat dan Jakarta Timur), 18 kasus (Jakarta Selatan) dan empat kasus (Jakarta Utara). 
Berdasarkan profesi pengendara terdiri dari 189 orang swasta, 33 orang pengemudi, 13 orang wiraswasta, sembilan orang pedagang/buruh, delapan orang pelajar dan dua orang pegawai negeri sipil. 
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya, kejaksaan dan pengadilan menerapkan denda maksimal bagi pengendara yang menerobos jalur bus TransJakarta (Busway) yang berlaku mulai Senin ini. 
Berdasarkan kesepakatan denda tilang yang menerobos jalur busway untuk kendaraan sepeda motor dan mobil dikenakan RpRp500 ribu. 

Bungkul Jadi Taman Kota Terbaik Se-Asia

TEMPO.COSurabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini patut merasa bangga dengan keberadaan banyak taman di Surabaya, terutama Taman Bungkul. Pasalnya, taman yang berada di Jalan Raya Darmo ini menerima penghargaan internasional "The 2013 Asian Townscape Sector Award" dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hari ini. "Saya bangga sekali," kata Risma, sapaan akrabnya, Selasa, 26 November 2013.
Penghargaan bergengsi tersebut diterima Risma di Fukuoka, Jepang. Tak hanya memperoleh dukungan dari PBB, penghargaan tersebut juga mendapat dukungan dari UN Habitat Regional Office for Asia and The Pasific, Asia Habitat Society, Asia Townscape Design Society, dan Fukuoka Asia Urban Research Center. Taman Bungkul Surabaya menjadi satu-satunya taman di Indonesia yang meraih penghargaan ini.
Menurut Risma, mungkin ada taman yang lebih indah dari Bungkul. Namun, fungsi sosial, budaya, rekreasi, dan pendidikan Taman Bungkul lebih menonjol. "Mungkin ini yang menjadikan kita menang," ujarnya. Terdapat pula makam Ki Supo atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Bungkul yang dijadikan sebagai tujuan wisata, baik oleh warga dari Surabaya maupun dari luar Surabaya.
Taman Bungkul, kata dia, merupakan lambang keindahan dan kesetaraan. "Tidak ada perbedaan antara si kaya dan miskin ataupun balita dan lansia. Miniatur mimpi saya ada di Taman Bungkul".
Penghargaan ini merupakan buah manis dari kerja keras Pemerintah Kota Surabaya dalam membangun kembali taman tersebut. Memiliki lahan seluas 10.000 meter persegi, taman ini dilengkapi dengan fasilitas jogging track, taman bermain anak, arena skateboard, dan akses Internet nirkabel. Dari segi sosial, Taman Bungkul merupakan tempat yang sangat kondusif untuk sosialisasi antarwarga.
"Selama enam tahun taman Bungkul berdiri, sekali pun saya tidak pernah mendengar ada anak yang berantem di sana," ujar wali kota perempuan pertama Surabaya ini.

Malpraktek atau Tidak dr Ayu? Lihat Empat Poin Ini






TEMPO.COJakarta - Mencuatnya kasus vonis penjara terhadap dokter Dewa Ayu Sasiary Prawan, 38 tahun, beserta dua koleganya menyedot perhatian masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya argumen siapa yang benar? Apakah argumen keluarga korban yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung atau argumen para dokter, pengurus Ikatan Dokter Indonesia, yang juga diamini oleh Pengadilan Negeri Manado.
Kasus dokter Ayu dan kawan-kawan berawal dari mening­galnya pasien yang mereka tangani, Julia Fransiska Maketey, di Rumah Sakit R.D. Kandou Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, pada 10 April 2010. Keluarga Julia menggugat ke pengadilan negeri. Hasilnya, Ayu dan kedua rekannya dinyatakan tidak bersalah. Namun, di tingkat kasasi, ketiga dokter itu divonis 10 bulan penjara. (Baca: Inilah Alasan Hakim MA Menghukum dr Ayu)
Majelis hakim kasasi memvonis Dewa Ayu Sasiary serta dua rekannya, Hendy Siagian dan Hendry Simanjuntak, bersalah saat menangani Julia Fransiska Maketey. Julia akhirnya meninggal saat melahirkan. Berikut ini pertimbangan majelis kasasi seperti yang tercantum dalam putusan yang dirumuskan dalam sidang 18 September 2012. (Baca: DPR Jamin Aksi Para Dokter Tak Ganggu Layanan)
Berikut ini beberapa poin penting yang menjadi perdebatan soal ada atau tidak malpraktek dalam kasus dokter Ayu:
1. Pemeriksaan jantung baru dilakukan setelah operasi.
Menurut dr. Januar, pengurus Ikatan Dokter Indonesia, operasi yang dilakukan terhadap Siska, tak memerlukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan jantung. "Operasinya bersifat darurat, cepat, dan segera. Karena jika tidak dilakukan, bayi dan pasien pasti meninggal," ucap dokter kandungan ini.
2.  Penyebab kematian masuknya udara ke bilik kanan jantung. Ini karena saat pemberian obat atau infus karena komplikasi persalinan.
Menurut O.C. Kaligis, pengacara Ayu, putusan Mahkamah Agung tak berdasar. Dalam persidangan di pengadilan negeri, kata Kaligis, sudah dihadirkan saksi ahli kedokteran yang menyatakan Ayu dan dua rekannya tak melakukan kesalahan prosedural. Para saksi itu antara lain Reggy ­Lefran, dokter kepala bagian jantung Rumah Sakit Profesor Kandou Malalayang; Murhady Saleh, dokter spesialis obygin Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta; dan dokter forensik Johanis.
Dalam sidang itu, misalnya, dokter forensik Johanis menyatakan hasil visum et repertum emboli yang menyebabkan pasien meninggal BUKAN karena hasil operasi. Kasus itu, kata dia, jarang terjadi dan tidak dapat diantisipasi.
Para ahli itu juga menyebutkan Ayu, Hendry, dan Hendy telah menjalani sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran pada 24 Februari 2011. Hasil sidang menyatakan ketiganya telah melakukan operasi sesuai dengan prosedur. (Baca juga: MKEK Pusat Sebut dr. Ayu Tidak Melanggar Etik)
3. Terdakwa tidak punya kompetensi operasi karena hanya residence atau mahasiswa dokter spesialis  dan tak punya surat izin praktek (SIP)
Ketua Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Nurdadi, SPOG dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi mengatakan tidak benar mereka tidak memiliki kompetensi. "Mereka memiiki kompetensi. Pendidikan kedokteran adalah pendidikan berjenjang. Bukan orang yang tak bisa operasi dibiarkan melakukan operasi," katanya.
Soal surat izin praktek juga dibantah. Semua mahasiswa kedokteran spesialis yang berpraktek di rumah sakit memiliki izin. Kalau tidak, mana mungkin rumah sakit pendidikan seperti di RS Cipto Mangunkusumo mau mempekerjakan para dokter itu.
4. Terjadi pembiaran pasien selama delapan jam.
Menurut Januar, pengurus Ikatan Dokter Indonesia, saat menerima pasien Siska, Ayu telah memeriksa dan memperkirakan pasien tersebut bisa melahirkan secara normal. Namun, hingga pukul 18.00, ternyata hal itu tak terjadi. "Sehingga diputuskan operasi," ujar Januar.
Sesuai prosedur kedokteran saat air ketuban pecah, biasanya dokter akan menunggu pembukaan leher rahim lengkap sebelum bayi dilahirkan secara normal. Untuk mencapai pembukaan lengkap, pembukaan 10, butuh waktu yang berbeda-beda untuk tiap pasien. Bisa cepat bisa berjam-jam. Menunggu pembukaan lengkap itulah yang dilakukan dokter Ayu.

Cari Tahu Efek Konsumsi Gula Bagi Tubuh!







DREAMERSRADIO.COM - Gula jadi salah satu bahan makanan wajib. Asupan gula juga diperlukan oleh tubuh. Banyak yang bilang gula tak baik untuk tubuh. Tapi sebenarnya bagaimana efek konsumsi gula bagi tubuh? Yuk cari tahu seputar  efek mengkonsumsi gula pada tubuh seperti dilansir dari Mag for Women :
Gula juga penting bagi tubuh
Meskipun tak mengandung nutrisi dan vitamin, gula merupakan jenis karbohidrat yang juga menjadi sumber energi. Bila dikonsumsi dalam jumlah cukup gula tak membahayakan tubuh. Ahli gizi mengatakan bahwa jumlah gula yang dikonsumsi baiknya adalah 10% dari kebutuhan energi harian kita.
Gula dan obesitas
Gula sama seperti karbohidrat lainnya, artinya jika kamu banyak mengkonsumsi makanan manis sama saja kamu menimbun banyak karbohidrat dalam tubuh. Contohnya saja dalam 600ml soft drink terdapat 12-15 sendok gula. Tapi bukan berarti gula secara langsung menjadi penyebab obesitas. Hal tersebut tergantung dari seberapa banyak asupan gula dalam tubuh.
Gula dan kerusakan gigi
Yap makanan yang terbuat dari gula memang berkontribusi dalam merusak gigi. Tak hanya itu semua jenis karbohidrat juga dapat merusak gigi. Makanan manis dapat mempengaruhi plak gigi dan juga memicu produksi asam yang dapat memecah enamel gigi yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.
Itulah beberapa efek umum konsumsi gula bagi tubuh. Efek lain adalah gula dapat meningkatkan kadar glukosa dalam tubuh. Yang artinya biarpun tak langsung jadi penyebab berbagai masalah penyakit namun konsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan diabetes, penyakit mental dan hiperaktif serta obesitas.

Mobil Listrik Tiga Roda dari Toyota


SETELAH melakukan serangkaian uji coba sejak Oktober 2012, Toyota mulai memperkenalkan kendaraan konsep miliknya, Toyota i-Road Concept, dalam ajang Tokyo Motor Show 2013. Dalam pameran otomotif ke-43 ini, i-Road ternyata menyita perhatian pengunjung di tengah deretan mobil konsep berbagai pabrikan otomotif lain.

Maklum, kendaraan personal ini memiliki tampilan unik dengan tiga roda sebagai kakinya. Tapi, dua roda sejajar bukan berada di belakang lazimnya kendaraan roda tiga, i-Road justru menempatkannya di depan. Sedangkan satu roda lagi berposisi di belakang sebagai penyeimbang.

Meski begitu, tidak perlu khawatir akan terjatuh. Sebab, kendaraan ini dilengkapi teknologi Active Lean yang secara otomatis mampu menyeimbangkan kendaraan saat berbelok atau bertemu pemukaan tidak rata. Hal itu dapat terjadi lantaran teknologinya menggunakan aktuator (mekanisme kontrol) ramping dan gear yang terpasang pada suspensi depan.

Selain itu, sensor yang terdapat pada kendaraan mampu menghitung sudut kemiringan yang diperlukan, berdasarkan sudut kemudi dan kecepatan kendaraan. Saat bertemu lintasan bergelombang atau tikungan, sistem secara otomatis menggerakan roda depan naik dan turun secara mandiri agar jalannya mulus.

Dari sisi dimensi, i-Road memiliki panjang 2.350 mm, tinggi 1.445 mm, tinggi 850 mm, dan wheelbase 1.700 mm. Sedangkan bobot i-Road mencapai 300 kg dan mampu menampung dua orang penumpang.

Sementara, sumber tenaga i-Road berasal dari motor penggerak bertenaga 2 kW dan baterai lithium-ion yang mampu membuat kendaraan ini melaju hingga kecepatan 45km/jam dengan jarak tempuh maksimal 50 km untuk sekali isi ulang listrik. Sedangkan pengisian baterai dari kosong hingga penuh hanya membutuhkan waktu 3 jam.

Bukan hanya i-Road saja yang menjadi daya tarik di booth Toyota. Satu lagi mobil konsep yang jadi pusat perhatian adalah Toyota FV2 yang merupakan generasi terbaru dari Toyota Fun Vii. Berbeda dengan pendahulunya yang menggunakan 4 roda, Toyota FV2 hanya dilengkapi 3 unit roda.  





Meski begitu, mobil berkapasitas satu penumpang ini memiliki teknologi canggih. Untuk membelokan mobil, tidak perlu bersusah payah memutar kemudi. Cukup menggerakan badan sesuai keinginan, mobil akan berbelok dengan sendirinya. Sedangkan kecepatan mobil dapat berubah sesuai tumpuan berat badan pengendara.

Tidak hanya itu, kendaraan bertenaga listrik tersebut juga memiliki desain ekterior yang sangat moderen, karena dilengkapi LED pada bodi yang memungkinkan pemiliknya mengubah tamplian sesuai tema ataupun warna yang diinginkan. Toyota FV2 juga didukung sistem keaman yang mampu memberikan peringatan apabila terdapat kendaraan pada titik buta pengemudi.

Dari segi desain, mobil sangat futuristik dengan dimensi panjang 3.000 mm, lebar 1.600 mm, tinggi 990 mm pada sleep mode, dan 1.780 jika menggunakan driving mode

Kemunculan dua kendaraan konsep buatan Toyota seakan menandakan visi dari pabrikan asal Jepang tersebut dalam melihat tren berkendara di masa depan. Faktor kecanggihan teknologi dan kedekatan antara pengendara dengan kendaraannya menjadi poin utama pengembangan pihak Toyota.

Kita tunggu saja, kapan Toyota akan memproduksi secara masal mobil masa depan bertenaga listrik tersebut.

Laporan Priandono Kusumo, analis otomotif Plasadana.com dari Tokyo

Sabtu, 23 November 2013

Duo Honda Siap Tantang Toyota

SETELAH resmi diluncurkan di Jepang pada awal September 2013, Honda FIT RS mulai mengisi berbagai pameran otomotif dunia. Terakhir, mobil yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama Honda Jazz ini muncul di ajang Tokyo Motor Show 2013.

Pada generasi terbaru Honda Jazz tersebut, pihak Honda sepertinya ingin menonjolkan kesan maskulin dan agresif, meninggalkan citra feminim yang melekat pada varian sebelumnya. Hal tersebut dapat dilihat dengan desain lampu depan yang lebih stlilysh menggunakan lampu yang menjorok kedepan. Sedangkan bagian grille dibuat agak lebar di bawah emblem Honda demi menimbulkan efek gagah.




Perubahan juga terjadi pada sisi interior yang sudah menerapkan teknologi komputeriasi dengan tampilan layar capacitive touch screen. Model ini lebih sensitif ketika disentuh. Layar tersebut dapat memanjakan pengemudi bila ingin melakukan pengaturan AC maupun mendapatkan informasi mengenai kondisi kendaraan, yaitu hanya dengan menyentuh menu pada layar.

Honda Jazz terbaru ini memiliki 3 pilihan mesin. Pertama, mesin 1.300 cc sama seperti yang digunakan oleh Honda Brio dan Honda Jazz sebelumnya. Kedua, mesin 1.500 hibrida. Ketiga, mesin 1.500 i-VTEC yang telah disempurnakan sehingga memiliki tenaga lebih besar 10 persen dibandingkan dengan mesin sebelumnya. 

Soal tenaga, city car generasi baru itu mengalami peningkatan dibanding varian lamanya. Apabila sebelumnya Honda Jazz memiliki tenaga mesin 120 Ps, maka tenaga mesin Honda Jazz terbaru bertambah menjadi 132 Ps atau nyaris mendekati tenaga Toyota Kijang Innova yang memiliki kapasitas 2.000 cc dengan tenaga 136 Ps.

Selain menampilkan All New Honda Jazz, dalam ajang Tokyo Motor Show 2013 pihak Honda juga menghadirkan generasi terbaru dari mobil hybrid buatannya: All New Honda Accord Hybrid. Menggunakan mesin 2.0 liter DOHC i-VTEC + i-MMD (intelligent Multi-Mode Drive) dan teknologi Sport Hybrid i-MMD mobil ini berusaha menggabungkan kenyamanan mengemudi serta efisiensi bahan bakar.


Teknologi Sport Hybrid i-MMD pada mobil ini mempunyai 3 mode pengendalian mesin: EV Drive, Hybrid Drive, dan Engine Drive. Mode EV Drive digunakan pada saat berkendara dengan kecepatan rendah hingga sedang yang mana tenaga mobil dihasilkan dari baterai. 

Sementara mode Hybrid Drive digunakan saat berakselerasi menggunakan mesin bensin untuk memberikan tenaga lebih besar. Untuk mode Engine Drive, digunakan saat berakselerasi pada kecepatan tinggi. Ketiga mode tersebut dapat diatur secara otomatis dan diklaim mampu memberikan efisiensi bahan bakar sebesar 30 km/liter. 

Kehadiran dua varian terbaru dari mobil keluaran Honda pada ajang Tokyo Motor Show 2013 seperti ingin menyambut  bendera persaingan yang dikibarkan oleh pihak Toyota. Maklum, sebelumnya ALL New Yaris dan All New Camry Hybrid sudah lebih dahulu memasuki pasar otomotif. 

Namun, bagi pecinta otomotif Tanah Air harus sedikit bersabar. Sebab, deretan mobil baru tersebut rencananya baru tahun depan mulai mengaspal di Indonesia.

Laporan Priandono Kusumo, analis otomotif Plasadana.com dari Tokyo

Australia Umumkan Travel Warning ke Indonesia

TEMPO.COJakarta - Melalui situs resminya, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT), Australia mengeluarkan peringatan bepergian bagi warganya ke Indonesia. Peringatan tersebut ditingkatkan usai aksi demonstrasi di Kedutaan Besar Australia, Kamis siang, 21 November 2013, di Kuningan, Jakarta Selatan.
Status peringatan perjalanan bagi warga Australia meningkat menjadi 'penerapan kewaspadaan luar biasa' dari sebelumnya 'normal dan aman'. Dalam situs tersebut dipaparkan peningkatan status ini disebabkan isu gelombang demonstrasi di Kedubes Australia per 21 November 2013.
"Warga Australia harus memantau pemberitaan, menghindari protes, meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta untuk berhati-hati ketika menuju dan beranjak dari Kedutaan Besar selama demonstrasi berlangsung," bunyi peringatan dalam situs tersebut.
Pagi tadi, unjuk rasa berlangsung dan membuat jalur lambat di Jalan Rasuna Said depan Kedubes Australia ditutup. Para pengunjuk rasa mengecam pemerintahan Perdana Menteri Australia Tony Abbot dan menuntut pemerintah Australia meminta maaf atas penyadapan yang dilakukan terhadap Indonesia.
Aksi itu dihadiri Front Pemuda Muslim Maluku, Masyarakat Peduli Hankam, Himpunan Mahasiswa Al-Zahra, dan Laskar Merah Putih. Hingga saat ini, anggota Laskar Merah Putih mulai berdatangan dan memulai orasinya dengan menyanyikan Indonesia Raya sambil meneriakkan, "NKRI Harga Mati!"
Kepala Kepolisian Sektor Metro Setiabudi Ajun Komisaris Besar Tri Suhartanto mengatakan, sebanyak dua kompi personel Brigade Mobil, dua kompi pasukan Pengendali Massa, dan personel dari Kepolisian Sektor Metro Setiabudi telah diturunkan untuk menjaga keamanan saat unjuk rasa berlangsung. Selain itu, satu unit barakuda dan beberapa unit security barrier juga telah disiapkan di depan kantor Kedutaan. "Disiapkan untuk usaha preventif," kata Tri saat ditemui di depan kantor Kedutaan, Kamis, 21 November 2013.
Unjuk rasa ini merupakan tanggapan atas Australia yang dikabarkan menyadap sejumlah pejabat Indonesia, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 15 hari pada Agustus 2009. Informasi ini didasarkan laporan mantan intel Amerika Serikat, Edward Snowden, bahwa United State National Security Agency mencatat intelijen Australia menyadap telepon SBY.

Sebanyak 27.000 anak di Banten tak sekolah

MERDEKA.COM. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Hudaya mengatakan, ada sekitar 27.000 anak usia sekolah dasar di daerah itu tidak bersekolah. Anak-anak usia sekolah tersebut berumur antara 7-11 tahun, dan seharusnya mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD).

"Ini merupakan 'potensi' penambahan tuna aksara, kalau memang mereka benar-benar tidak bersekolah," katanya di Pandeglang seperti dilansir dari Antara, Jumat (22/11).

Mengenai penyebaran anak yang tidak sekolah tersebut, menurut dia, terdapat di delapan kabupaten/kota di Banten, namun yang terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pemprov Banten telah berupaya agar mereka dapat bersekolah.

Ia juga menyatakan, anak-anak tersebut tidak bersekolah bukan karena faktor ekonomi, tapi lebih disebabkan karena budaya. "Para orang tua kita sampaikan kalau masalah biaya tidak perlu dipikirkan karena banyak bantuan dari pemerintah sehingga anaknya bersekolah tidak perlu bayar," katanya.

Hudaya juga menyatakan, Pemprov Banten sedang berupaya mengentaskan tuna aksara, dan diharapkan pada 2017 masalah tersebut bisa dituntaskan. Menurut dia, dua tahun terakhir ini upaya pengentasan buta aksara di daerah itu menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga tingkat pengurangannya cukup besar.
Sumber: Merdeka.com
 
Copyright © 2010 Beny Dwiyantoro | Design : Noyod.Com